Rabu, 02 Desember 2015

Ajakan Nabi SAW kepada mereka untuk bermubahalah

Diriwayatkan, bahwa Nabi SAW ketika itu sudah memberikan keterangan kepada para utusan kaum Nashrani Najran tersebut dengan jelas, baik mengenai kepercayaan mereka yang sesat itu, maupun mengenai urusan kenabian dan kerasulan beliau. Dan pada hakikatnya, mereka itu sudah kehabisan alasan untuk menguatkan kepercayaan mereka, dan untuk menolak beliau SAW sebagai Nabi dan Rasul Allah, tetapi mereka tetap juga keras kepala mendustakan kebenaran Nabi SAW dan tidak mau menerima kebenaran yang telah diterangkan oleh beliau.
Mereka itu tetap mempertahankan kepercayaan mereka, bahwa 'Isa itu putera Tuhan dan Tuhan itu tiga bertunggal atau tiga Tuhan.
Sehubungan dengan peristiwa itu, maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW sebagai berikut :
فَمَنْ حَآجَّكَ فِيْهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ اْلعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ اَبْنَآءَنَا وَ اَبْنَآءَكُمْ وَ نِسَآءَنَا وَ نِسَآءَكُمْ وَ اَنْفُسَنَا وَ اَنْفُسَكُمْ، ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللهِ عَلَى اْلكذِبِيْنَ. اِنَّ هذَا لَهُوَ اْلقَصَصُ اْلحَقُّ، وَ مَا مِنْ اِلهٍ اِلاَّ اللهُ، وَ اِنَّ اللهَ لَهُوَ اْلعَزِيْزُ اْلحَكِيْمُ. فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ بِاْلمُفْسِدِيْنَ. ال عمران:61-63
Maka barangsiapa membantah kamu tentang kisah 'Isa sesudah datang ilmu pengetahuan kepadamu, maka katakanlah (kepada mereka), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta". Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kemudian jika ia berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. [QS. Ali Imran 61-63]
Diriwayatkan, bahwa Nabi SAW dikala itu lalu mengajak kepada ketua dan pemuka mereka, yaitu Al-'Aaqib dan As-Sayyid. Beliau bersabda, "Marilah kita bermubahalah saja, mudah-mudahan laknat Allah dijatuhkan kepada siapa yang berdusta". Ajakan Nabi SAW yang demikian itu adalah menurut perintah Allah. [Mubahalah ialah masing-masing pihak yang berselisih mendoa kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta].
Dengan demikian maka akan dapat diketahui oleh orang banyak, siapa yang berdusta dan siapa yang benar. Karena jika hanya dengan perdebatan saja tidak akan ada selesainya dan tidak pula ada habisnya.
Pada mulanya mereka bersedia untuk bermubahalah dengan Nabi SAW, tetapi mereka meminta diberi tempo untuk berunding dulu dengan penasehat mereka. Kata mereka kepada Nabi SAW, "Ya Abal Qasim, biarkanlah kami berfikir lebih dulu tentang urusan kami, kemudian kami nanti akan datang lagi kepadamu dengan apa yang kami kehendaki, bahwa kami akan mengerjakan apa yang kamu kehendaki kepada kami". Demikianlah kata mereka, dan permintaan mereka itu diperkenankan juga oleh Nabi SAW.

Dan di lain riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW keluar bersama Ali, Fathimah, Hasan dan Husein untuk bermubahalah dengan kaum Nashrani Najran sebagaimana yang telah mereka sanggupi, namun mereka akhirnya enggan, tidak memenuhi janjinya, dan memilih membayar jizyah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar