Jumat, 29 Januari 2016

Permohonan Nabi SAW Kepada Allah

Nabi SAW bersama tentara Islam setelah mendengar khabar dari budak kaum Quraisy tersebut dan beliau memperkirakan, bahwa tentara Quraisy lebih kurang ada 1000 orang, dan sudah tentu dengan bersenjata lengkap serta persediaan cukup.
Maka waktu itu Nabi SAW mengingat bahwa tentaranya hanya 300 orang lebih sedikit, jadi sepertiganya tentara kaum Quraisy dengan senjata kurang lengkap, dan persediaan perang serba kurang. Oleh sebab itu untuk menebalkan iman tentaranya, dan untuk meneguhkan semangat barisannya, maka Nabi SAW lalu berdoa kepada Allah,
اَللّهُمَّ اِنَّهُمْ حُفَاةٌ فَاحْمِلْهُمْ. اَللّهُمَّ اِنَّهُمْ عُرَاةٌ فَاكْسُهُمْ. اَللّهُمَّ اِنَّهُمْ جِيَاعٌ فَاَشْبِعْهُمْ. اَللّهُمَّ اِنَّهُمْ عَالَةٌ فَاَغْنِهِمْ.
“Ya Allah ! Sesungguhnya mereka (tentara Islam) ini sama kosong (tidak membawa apa-apa), maka dari itu berilah mereka itu kendaraan. Ya Allah ! Sesungguhnya mereka itu telanjang, maka dari itu berilah mereka itu pakaian. Ya Allah ! Sesungguhnya mereka itu lapar, maka dari itu berilah mereka itu kenyang. Ya Allah ! Sesungguhnya mereka menderita maka dari itu berilah mereka kekayaan”.
Kemudian Nabi SAW dengan diiringkan oleh tentaranya terus berjalan sehingga sampai pada suatu lembah yang jauh dari tempat air, di tempat yang penuh pasir lagi kering. Oleh sebab itu tentara Islam banyak yang merasa dahaga, dan kekurangan air.
Kemudiam Allah menurunkan hujan dengan lebatnya, yang sebelumnya tidak seorang pun yang menyangka akan turun hujan.
Dengan sebab hujan yang sangat lebat itu, tentara Islam mendapat air yang sebanyak-banyaknya, lembah-lembah mengalirkan air, kolam-kolam penuh air, lalu masing-masing bisa mandi, berwudlu dan lain sebagainya, dan tanah yang ditempatinya menjadi lekat.
Diriwayatkan, bahwa sebelum Nabi SAW dan tentaranya mendapat air, beliau dengan diiringkan oleh tentaranya terburu-buru datang ke tempat air di Badr. Setelah sampai di tempat itu, Nabi lalu berhenti dengan maksud bahwa tempat itu akan dipergunakan menjadi tempat pertempuran dengan tentara Quraisy. Ketika itu oleh seorang sahabat yang bernama Habbab bin Al-Mundzir, Nabi ditanya,
يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَ رَاَيْتَ هذَا اْلمَنْزِلَ. اَ مَنْزِلاً اَنْزَلَكَهُ اللهُ لَيْسَ لَنَا اَنْ نَتَقَدَّمَ وَ لاَ اَنْ نَتَأَخَّرَ عَنْهُ اَمْ هُوَ الرَّأْيُّ وَ اْلحَرْبُ وَ اْلمَكِيْدَةُ ؟ قَالَ: بَلْ هُوَ اْلحَرْبُ وَ الرَّأْيُ وَ اْلمَكِيْدَةُ. فَقَالَ: فَاِنَّ هذَا لَيْسَ بِمَنْزِلٍ فَانْهَضْ بِالنَّاسِ حَتَّى نَأْتِيَ اَدْنَى مَاءٍ مِنَ الْقَوْمِ فَنَنْزِلُهُ ثُمَّ نُغَوِّرُ مَا وَرَاءَهُ مِنَ اْلآَبَارِ، ثُمَّ نَبْنِى عَلَيْهِ حَوْضًا فَنَمْلَؤُهُ مَاءً، ثُمَّ نُقَاتِلُ الْقَوْمَ فَنَشْرَبُ وَ لاَ يَشْرَبُوْنَ.
“Ya Rasulullah, Apakah dalam memilih tempat ini tuan menerima wahyu dari Allah SWT sehingga tidak dapat diubah lagi ? Ataukah berdasarkan pendapat dan tipu muslihat peperangan ?” Rasulullah SAW menjawab, “Tempat ini ku pulih berdasarkan pendapat dan tipu musilihat peperangan. Kemudian Al-Habbab mengusulkan, “Ya Rasulullah, jika demikian, ini bukan tempat yang tepat. Ajaklah pasukan pindah ke tempat air yang dekat dengan musuh. Kita membuat kubu pertahanan di sana dan menggali sumur-sumur di belakangnya. Kita membuat kolam dan kita isi dengan air hingga penuh. Dengan demikian kita akan berperang dalam keadaan mempunyai persediaan air minum yang cukup, Sedangkan musuh tidak akan memperoleh air minum”. Rasulullah SAW menjawab, “Pendapatmu sungguh baik”.

Kemudian Rasulullah SAW bergerak dan pindah ke tempat yang diusulkan oleh Khabbab RA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar