Jumat, 29 Januari 2016

Nabi SAW Melanjutkan Perjalanan Menuju Badr

Setelah Nabi SAW bermusyawarah dengan para shahabatnya, beliau lalu meneruskan perjalanan, dan beliau bersabda :
اَبْشِرُوْا، فَاِنَّ اللهَ قَدْ وَعَدَنِى اِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ، وَ اللهِ لَكَأَنِّى اَنْظُرُ اِلَى مَصَارِعِ اْلقَوْمِ. الكامل 2:18

Bergembiralah karena sesungguhnya Allah telah memberikan janji kepadaku salah satu dari dua golongan. Demi Allah, sungguh sekarang ini aku seolah-olah melihat kepada tempat kebinasaan (kekalahan kaum Quraisy).
Berdasar perintah Nabi SAW itu, maka segenap kaum muslimin yang ikut serta di dalam perjalanan pada waktu itu dengan tulus ikhlash, berangkat menuju tempat yang dituju oleh Nabi SAW dan mereka selalu thaat dan patuh kepada apa yang diperintahkan Nabi.
Perhatian Nabi SAW ketika itu hanya ditujukan kepada pihak lawan yang akan dihadapinya, sambil berserah diri kepada Allah.
Nabi SAW dan tentaranya terus berjalan menuju Badr. Kemudian di tengah jalan beliau SAW bertemu dengan seorang tua dari bangsa ‘Arab. Ketika itu Nabi SAW bertanya kepadanya tentang kaum Quraisy dan tentang Nabi Muhammad SAW dan tentaranya, dan khabar apa yang sampai kepadanya tentang dua golongan tersebut.
Seorang ‘Arab tua tadi berkata, “Saya tidak akan memberitahu kepadamu berdua (yang dituju ialah Nabi SAW dan Abu Bakar), kecuali jika kamu berdua memberitahukan kepadaku terlebih dahulu siapakah kalian”. Nabi SAW menjawab, “Apabila kamu memberi khabar lebih dahulu kepada kami, nanti kami akan memberi khabar kepadamu". Orang ‘Arab tersebut berkata, “Apakah sebaiknya begitu ?. Nabi SAW menjawab, “Ya”.
Orang tua tadi berkata, “Telah sampai khabar kepadaku, bahwa Muhammad dan tentaranya keluar dari Madinah pada hari anu dan tanggal sekian, maka jika orang yang mengkhabarkan kepadaku itu benar, tentu hari ini telah sampai di tempat ini dan ini (Yang dimaksud ialah tempat yang pada saat itu Nabi berada). Dan telah sampai khabar kepadaku, bahwa kaum Quraisy telah keluar dari Makkah pada hari anu dan tanggal sekian, maka jika khabar itu benar, tentu hari ini mereka telah sampai di tempat desa ini dan ini (Yang dimaksud ialah tempat yang pada waktu itu kaum Quraisy berada)”.
Kemudian Nabi dan Abu Bakar ditanya, “Nah, sekarang dari manakah kamu berdua ?. Nabi SAW menjawab, “Dari air”    (نَحْنُ مِنْ مَاءٍ).
Kemudian Nabi SAW berpaling dan meninggalkannya. Akhirnya orang tua itu bertanya-tanya,   مَا مِنْ مَاءٍ، اَ مِنْ مَاءِ اْلعِرَاقِ ؟  “Dari air mana, apakah dari air negeri Iraq ?.
Padahal yang dimaksud Nabi SAW dengan perkataan air itu bukanlah air biasa, tetapi air asal kejadian manusia, ialah air nutfah. Akan tetapi orang ‘Arab itu tadi tidak mengerti yang dimaksud oleh Nabi SAW. Adapun nama orang tadi ialah Sufyan Adl-Dlamriy. Kemudian Nabi SAW kembali kepada tentaranya.
Pada sore hari beliau lalu menyuruh shahabat ‘Ali bin Abu Thalib, Zubair bin ‘Awwam dan Sa’ad bin Abu Waqqash supaya pergi ke tempat air di desa Badr, untuk mencari berita dan menyelidiki kedatangan kaum Quraisy.
Setelah sampai di tempat yang dituju, mereka bertemu dengan unta-unta kepunyaan kaum Quraisy yang sedang mencari air di tempat tersebut bersama penggembalanya, yaitu Aslam, budak dari bani Hajjaj dan ‘Aridl Abu Yasar dari bani ‘Aash. Kedua orang tersebut lalu ditangkap oleh Ali dan kawannya, lalu ditanya, “Hai, kamu disuruh siapa ?. Kedua budak tersebut menjawab, “Kami disuruh oleh kaum Quraisy, dan kami tukang mengambil air untuk minum mereka dan binatang-binatang mereka”.
Setelah mendengar jawaban yang demikian itu, tiga shahabat tadi tampak tidak suka, karena mereka berharap supaya dua budak tersebut mengaku suruhan dari angkatan perdagangan yang dikepalai oleh Abu Sufyan yang sedang dicari oleh kaum muslimin. Sebab itu keduanya dipukuli bertiga.
Setelah dua orang budak tadi merasakan sakit, dan keduanya mengaku suruhan Abu Sufyan, lalu dilepaskan. Pada waktu itu Nabi SAW sedang mengerjakan shalat, setelah selesai kemudian beliau memanggil tiga shahabatnya tadi. Setelah mereka menghadap, Nabi SAW bersabda, “Mengapa kamu mengerjakan begitu ? Budak-budak itu ketika berkata benar kamu pukuli, dan ketika berdusta kamu lepaskan dan kamu tinggalkan ?. Demi Allah, sesungguhnya mereka itu adalah suruhan orang-orang Quraisy. Coba panggillah mereka agar memberi khabar kepadaku tentang kaum Quraisy”.
Lalu mereka dipanggil ke hadapan Nabi SAW dan ditanya tentang kaum Quraisy, maka jawabnya, “Demi Allah, keadaan kaum Quraisy sekarang ada di belakang jurang ini ...., dan di sebelah ini dan itu”. Lalu Nabi SAW bertanya lagi, “Berapa kaum quraisy yang datang ?. Mereka menjawab, “Banyak”. Nabi SAW bertanya, “Berapa bilangannya ?. Mereka menjawab, “Kami tidak tahu”. Nabi SAW bertanya lagi, “Berapa ekor kambing yang disembelih tiap hari ?”. Mereka menjawab, “Tiap-tiap hari memotong 9 sampai 10 ekor kambing”.
Nabi SAW bersabda, kalau begitu, sudah barang tentu mereka itu antara 900 sampai 1000 orang banyaknya. Nabi SAW bertanya, “Siapa saja kepala-kepala dan ketua-ketua Quraisy yang ikut berangkat ?”. Mereka menjawab, “Kepala-kepala dan ketua-ketua Quraisy yang berangkat ialah : ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Abul Bakhtary bin Hisyam, Hakim bin Hizam, Naufal bin Khuwailid, Harits bin ‘Amir, Thu’aimah bin ‘Ady, Nadlar bin Harits, Zam’ah bin Aswad, Abu Jahl bin Hisyam, Umayyah bin Khalaf, Nufail bin Al-Hajjaj, Munabbih bin Al Hajjaj, Suhail bin ‘Amr dan ‘Amr bin ‘Abdul Wad”.

Kemudian mereka disuruh kembali, sedangkan Nabi SAW kembali kepada tentaranya, lalu bersabda, “Inilah Makkah, sungguh telah bertemu kepadamu sekalian sepotong jantung hatinya”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar