Senin, 21 Desember 2015

Tuntunan Salam

11. Larangan Menjawab Salam Ketika Sedang Buang Air
Bila ada seseorang memberi salam kepada kita sedang waktu itu kita berada di kamar kecil sedang buang air, maka kita tidak perlu menjawab salamnya. Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita, sebagaimana riwayat di bawah ini:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَجُلاً سَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ ص وَ هُوَ يَبُوْلُ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ ص. الترمذى
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : “Bahwasanya seseorang memberi salam kepada Nabi SAW diwaktu beliau buang air kecil (kencing), maka beliau tidak menjawabnya”. [HR. Tirmidzi]
12. Larangan Memberi Salam Kepada Orang Kafir
Salam, hanya kita ucapkan kepada saudara kita yang beragama Islam, tidak dibenarkan kita mengucapkan salam kepada mereka yang bukan muslim. Perhatikan riwayat berikut :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ تَبْدَؤُوا اْليَهُوْدَ وَ لاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ. مسلم
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Janganlah kamu memulai (memberi) salam kepada orang Yahudi dan Nasrani”. [HR. Muslim]
Larangan Nabi SAW tersebut dapat dimengerti, karena hakikat salam itu adalah doa keselamatan yang kita berikan kepada saudara kita. Sedang doa keselamatan itu hanya dibenarkan untuk sesama muslim saja, sebagaimana firman Allah :
مَا كَانَ لِلنَّبِيّ وَ الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْا اُولِيْ قُرْبى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحَابُ اْلجَحِيْمِ. التوبة:113
Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (mendoakan) untuk orang-orang musyrikin, sekalipun mereka itu adalah sanak kerabatnya setelah nyata bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam. [QS. At-Taubah : 113]
13. Jawaban Apabila Diberi Salam oleh Orang Kafir
Jika orang Nashrani atau Yahudi serta orang kafir lainnya memberi salam kepada kita, maka kita jawab salam mereka itu dengan perkataan wa ‘alaika atau wa ‘alaikum. Nabi SAW mengajarkan kita melakukan yang demikian itu sebagaimana hadits di bawah ini :
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ اَصْحَابَ النَّبِيِّ ص قَالُوْا لِلنَّبِيِّ ص: اِنَّ اَهْلَ اْلكِتَابِ يُسَلِّمُوْنَ عَلَيْنَا، فَكَيْفَ نَرُدُّ عَلَيْهِمْ؟ قَالَ: قُوْلُوْا وَ عَلَيْكُمْ. مسلم
Dari Anas, bahwasanya para shahabat Nabi SAW bertanya kepada Nabi SAW, “Sesungguhnya orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) memberi salam kepada kami, maka bagaimanakah kami menjawab (salam) mereka itu ?”. Beliau menjawab, “Katakanlah Wa ‘alaikum”. [HR. Muslim]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ:  اِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمُ اْليَهُوْدُ فَاِنَّمَا يَقُوْلُ اَحَدُهُمْ: السَّامُ عَلَيْكُمْ، فَقُلْ: وَ عَلَيْكَ. البخارى
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila orang Yahudi memberi salam kepadamu, maka hanyasanya seorang dari mereka itu berkata “As-saamu ‘alaikum (Mudah-mudahan kematian atasmu)”. Maka katakanlah, “Wa ‘alaika (Dan atasmu juga)”. [HR. Bukhari]
14. Boleh Mengucap Salam di Majlis Campuran Muslim dan Kafir
Bila kita berada dalam suatu pertemuan atau ketika kita melewati sekelompok orang atau memasuki rumah dimana terdapat orang muslim dan orang kafir, dibenarkan kita memberi salam kepada mereka.
عَنْ اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: اِنَّ النَّبِيَّ ص مَرَّ بِمَجْلِسٍ فِيْهِ اَخْلاَطٌ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اْليَهُوْدِ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ. الترمذى
Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, “Bahwasanya Nabi SAW pernah melewati suatu majlis dimana terdapat campuran orang-orang Islam dan Yahudi, maka beliau memberi salam kepada mereka”. [HR. Tirmidzi]
عَنْ اُسَامَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص مَرَّ عَلَى مَجْلِسٍ فِيْهِ اَخْلاَطٌ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُشْرِكِيْنَ عَبَدَةِ اْلاَوْثَانِ وَ اْليَهُوْدِ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِمُ النَّبِيُّ ص. متفق عليه
Dari Usamah RA, bahwasanya Nabi SAW melewati suatu majlis yang di dalamnya terdapat campuran orang-orang Islam, orang-orang musyrik penyembah berhala, dan orang-orang Yahudi, lalu Nabi SAW memberi salam kepada mereka. [HR. Bukhari dan Muslim]
Keterangan :

Dalam hadits itu disebutkan bahwa Nabi SAW memberi salam kepada “mereka”. Adapun yang dimaksud “mereka” dalam hal ini tentunya yang beragama Islam saja, tidak termasuk mereka yang bukan muslim. Jadi salam yang diucapkan Nabi SAW tersebut hanya ditujukan kepada kaum muslimin yang ada di situ.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar