Jumat, 04 Desember 2015

Perdebatan para Pendeta Yahudi dengan Pendeta-pendeta Nashrani Najran Semakin Memuncak

Para pendeta Yahudi dan pendeta Nashrani Najran, setelah mereka itu memperdebatkan tentang agama Nabi Ibrahim dan tentang ketuhanan masing-masing, orang Yahudi menganggap 'Uzair adalah putera Allah dan orang Nashrani menganggap 'Isa adalah putera Allah, lalu mereka pun saling menuduh dan saling menyalahkan.

Ibnu Ishaq meriwayatkan, ketika orang-orang Nashrani dari Najran datang kepada Rasulullah SAW, para pendeta Yahudi lalu datang kepada mereka. Kemudian mereka saling berdebat dan bertengkar dihadapan Nabi SAW. Seorang pendeta Yahudi yang bernama Rafi' bin Huraimilah berkata, "Kamu orang-orang Nashrani tidak diatas kebenaran". Pendeta Yahudi tersebut mengkufuri Nabi 'Isa dan kitab Injil. Lalu seorang pendeta Nashrani Najran menjawab, "Kamu orang-orang Yahudilah yang tidak diatas kebenaran". Pendeta Nashrani tersebut mengkufuri kenabian Nabi Musa dan kitab Taurat. Sehubungan dengan perkataan mereka itu maka Allah menurunkan ayat :
وَ قَالَتِ اْليَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصرى عَلى شَيْءٍ وَّ قَالَتِ النَّصرى لَيْسَتِ اْليَهُوْدُ عَلى شَيْءٍ وَّ هُمْ يَتْلُوْنَ اْلكِتبَ، كَذلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ، فَاللهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ اْلقِيمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. البقرة:113
Dan orang-orang Yahudi berkata, "Orang-orang Nashrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nashrani berkata, "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan", padahal mereka (sama-sama) membaca Al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari qiyamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. [QS. Al-Baqarah : 113]
Demikianlah perdebatan antara kaum Yahudi Madinah dengan kaum Nashrani Najran di hadapan Nabi SAW yang masing-masing berkeras kepala memperta-hankan pendiriannya yang salah.
Adapun penjelasan-penjelasan Nabi Muhammad SAW kepada kedua pihak yang bertengkar dan berbantah tersebut sebenarnya merupakan penjelasan yang tegas, jelas, tepat dan benar, tetapi lantaran mereka masing-masing sudah diliputi oleh perasaan fanatik, taqlid buta dan mengikut saja kepada apa yang telah ada, maka mereka tidak mau lagi mempergunakan fikirannya sedikitpun. Dengan demikian, maka tetaplah mereka tidak dapat mendengar dan menerima kebenaran yang haqiqi.
Dan orang-orang Yahudi mengatakan, "Orang-orang yang akan menjadi pengisi surga kelak tidak ada lain kecuali kaum Yahudi". Begitu pula para pendeta Nashrani mengatakan, "Orang-orang yang akan menjadi pengisi surga kelak tidak ada lain kecuali kaum Nashrani".
Maka anggapan mereka itu ditolak oleh Allah dengan firman-Nya :
وَقَالُوْا لَنْ يَّدْخُلَ اْلجَنَّةَ اِلاَّ مَنْ كَانَ هُوْدًا اَوْ نَصرى، تِلْكَ اَمَانِيُّهُمْ، قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صدِقِيْنَ، بَلى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَه ِللهِ وَ هُوَ مُحْسِنٌ فَلَه اَجْرُه عِنْدَ رَبّه، وَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ. البقرة:111-112
Dan mereka (Yahudi dan Nashrani) berkata : "Sekali-kali tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nashrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah : "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-Baqarah : 111-112]
Dan diriwayatkan oleh Ibnu Ishak, bahwa Rafi' bin Huraimilah, seorang pendeta Yahudi berkata kepada Rasulullah SAW : "Hai Mumammad, jika kamu betul-betul Rasul dari Allah, katakanlah kepada Allah, agar Dia berbicara langsung kepada kami sehingga kami mendengar perkataan-Nya".
Sehubungan dengan peristiwa tersebut, maka Allah menurunkan firman-Nya :
وَ قَالَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ لَوْ لاَ يُكَلّمُنَا اللهُ اَوْ تَأْتِيْنَآ ايَةً، كَذلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مّثْلَ قَوْلِهِمْ، تَشَابَهَتْ قُلُوْبُهُمْ، قَدْ بَيَّنَّا اْلايتِ لِقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ. البقرة:118
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata : "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami ?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin. [QS. Al-Baqarah : 118]
Dan Abdullah bin Shuriya berkata kepada Rasulullah SAW : "Tidak ada petunjuk kecuali yang kami anut, maka ikutilah kami hai Muhammad, pasti kamu mendapat petunjuk". Dan orang-orang Nashrani pun mengatakan seperti itu juga.
Sehubungan dengan perkataan Abdullah bin Shuriya dan perkataan orang-orang Nashrani tersebut, Allah menurunkan firman-Nya :
وَ قَالُوْا كُوْنُوْا هُوْدًا اَوْ نَصرى تَهْتَدُوْا، قُلْ بَلْ مِلَّةَ اِبْرهِيْمَ حَنِيْفًا، وَ مَا كَانَ مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ. قُوْلُوْآ امَنَّا بِاللهِ وَ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَ مَآ اُنْزِلَ اِلى اِبْرهِيْمَ وَ اِسْمعِيْلَ وَ اِسْحقَ وَ يَعْقُوْبَ وَ اْلاَسْبَاطِ وَ مَآ اُوْتِيَ مُوْسى وَ عِيْسى وَ مَآ اُوْتِيَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبّهِمْ، لاَ نُفَرّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مّنْهُمْ، وَ نَحْنُ لَه مُسْلِمُوْنَ. فَاِنْ امَنُوْا بِمِثْلِ مَآ امَنْتُمْ بِه فَقَدِ اهْتَدَوْا، وَ اِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍ، فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ، وَ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. صِبْغَةَ اللهِ، وَ مَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللهِ صِبْغَةً، وَّ نَحْنُ لَه عبِدُوْنَ. قُلْ اَتُحَآجُّوْنَنَا فِى اللهِ وَ هُوَ رَبُّنَا وَ رَبُّكُمْ وَ لَنَآ اَعْمَالُنَا وَ لَكُمْ اَعْمَالُكُمْ، وَ نَحْنُ لَه مُخْلِصُوْنَ. اَمْ تَقُوْلُوْنَ اِنَّ اِبْرهِيْمَ وَ اِسْمعِيْلَ وَ اِسْحقَ وَ يَعْقُوْبَ وَ اْلاَسْبَاطَ كَانُوْا هُوْدًا اَوْ نَصرى، قُلْ ءَاَنْتُمْ اَعْلَمُ اَمِ اللهُ، وَ مَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَه مِنَ اللهِ، وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ. تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ لَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ، وَ لاَ تُسْئَلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. البقرة:135-141

Dan mereka berkata : "Hendaklah kamu menjadi penganut Agama Yahudi atau Nashrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". (135) Katakanlah (hai orang-orang mu'min) : "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (136) Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (137) Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah ? Dan hanya kepada-Nya-lah kami beribadah. (138) Katakanlah : "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. (139) Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nashrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nashrani ? Katakanlah : "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya ?". Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (140) Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan. (141) [QS. Al-Baqarah : 135-141]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar