Jumat, 04 Desember 2015

Islamnya Abdullah bin Salam

Abdullah bin Salam, nama kecilnya adalah Hushain bin Salam bin Harits, dari keturunan Nabi Yusuf bin Ya'qub AS. Ia adalah seorang pendeta dan ulama Yahudi dari Bani Qainuqa' yang paling dalam pengetahuannya tentang kitab Taurat.
Sebelum Nabi SAW berhijrah ke Madinah, ia telah menanti-nanti kedatangan Rasul Allah yang terakhir tersebut, yang sifat-sifatnya telah termaktub dalam Taurat dan Injil, serta kedatangannya telah dijanjikan di dalamnya. Kemudian, pada hari Nabi SAW tiba Madinah, ia mendapat berita bahwa orang yang dinanti-nanti dan diharap-harap kedatangannya itu telah tiba di Madinah. Beberapa hari kemudian ia datang menghadap Nabi SAW seorang diri secara rahasia, karena khawatir nasib dirinya dan keluarganya jika keislamannya terdengar oleh kaumnya, terutama kawan-kawannya sesama pendeta Yahudi. Setelah berhadapan dengan Nabi SAW, ia mencocokkan sifat-sifat beliau dengan sifat-sifat yang telah disebutkan dalam Taurat dan Injil. Setelah diketahuinya bahwa sifat-sifat dan tanda-tanda itu cocok, seketika itu juga ia masuk Islam. Sekembalinya dari bertemu dengan Nabi SAW, lalu ia mengajak keluarganya supaya mengikut seruan Nabi SAW. Dan seruannya itu pun diterima oleh seluruh keluarganya, yang akhirnya mereka semua menjadi pengikut Nabi SAW, itupun secara rahasia.
Kemudian untuk membuktikan kepada Nabi SAW bahwa kaum Yahudi itu pendusta, pembohong dan pengkhianat terhadap kebenaran, maka pada suatu hari Abdullah bin Salam datang ke rumah Nabi SAW dengan diam-diam. Setelah bertemu dengan beliau, lalu meminta kepada beliau, bahwa sewaktu-waktu kaum Yahudi datang kepada beliau, supaya beliau menanyakan pendapat mereka tentang dirinya (Abdullah bin Salam), agar mereka menerangkan hal-hal tentang dirinya, dan ia minta pula kepada beliau supaya diizinkan masuk ke dalam kamar beliau untuk bersembunyi jika kaum Yahudi datang. Lalu Nabi SAW berjanji akan mengabulkan semua permintaannya.
Ketika kelihatan dari rumah Nabi bahwa kaum Yahudi datang berbondong-bondong menuju ke rumah beliau, maka beliau segera menyuruh Abdullah bin Salam masuk ke dalam kamar. Pada waktu itu kaum Yahudi yang datang ke rumah Nabi SAW belum mengetahui bahwa Hushain bin Salam telah menjadi pengikut Islam, dan belum mengetahui bahwa waktu itu ia sedang bersembunyi di dalam kamar Nabi.
Setelah mereka berhadapan dengan Nabi SAW, beliau lalu bertanya kepada mereka : "Bagaimana keadaan seorang lelaki yang bernama Hushain bin Salam ?" Mereka menjawab : "Ia ada di dalam kebaikan". Nabi SAW bertanya pula : "Bagaimana pendapatmu tentang dia ?" Mereka menjawab : "Menurut hemat kami, Hushain bin Salam itu adalah tuan kami dan anak lelaki dari tuan kami. Ia adalah sebaik-baik orang kami dan anak lelaki dari sebaik-baik orang kami. Ia adalah semulia-mulia orang kami dan anak laki-laki dari semulia-mulia orang kami. Ia adalah seorang yang paling alim dari golongan kami, karena dewasa ini di kota Madinah tidak ada seorang pun yang melebihi kealimannya tentang kitab Allah (Taurat)".
Demikianlah mereka memuji Abdullah bin Salam. Lalu Nabi SAW bersabda kepada mereka : "Jadi, Hushain bin Salam itu adalah seorang dari golongan kalian yang paling terpandang segalanya ?" Mereka menjawab : "Ya, betul begitu Muhammad". Kemudian Nabi SAW memanggil Abdullah bin Salam : "Hai Hushain bin Salam, keluarlah".
Abdullah bin Salam segera keluar, lalu mendekat kepada Nabi SAW dan menghadapkan muka kepada mereka sambil berkata : "Hai golongan orang-orang Yahudi ! Hendaklah kamu sekalian takut kepada Allah ! Terimalah dengan baik segala apa yang telah datang kepada kamu ! Demi Allah, sesungguhnya kamu sekalian telah mengetahui bahwa beliau ini Pesuruh Allah, yang kamu sekalian telah mendapati dan mengenal sifat-sifat beliau ini didalam kitab yang ada di sisimu ?. Maka sesungguhnya saya telah bersaksi bahwa beliau ini adalah nabi dan pesuruh Allah. Sebab memang sebelumnya saya telah mengenal sifat-sifat beliau sebagaimana yang tersebut dalam kitab Taurat. Oleh sebab itu sekarang saya telah beriman kepada beliau, membenarkan segala apa yang didatangkan oleh beliau dan mengikut semua seruan beliau".
Mendengar ucapan Abdullah bin Salam itu, dengan perasaan sangat menyesal mereka berkata : "Tuan berdusta ! Mengapa tuan berani berkata demikian ?".
Abdullah bin Salam menyahut : "Celakalah kamu semua ! Hendaklah kamu takut kepada Allah !. Apakah kamu sekalian tidak mengenal sifat-sifat beliau ini dalam kitab Taurat ?".
Mereka menjawab : "Tidak ! Tuanlah yang berdusta ! Tuan adalah sejelek-jelek orang dari golongan kami. Sebab tuan sekarang sudah beragama lain".
Kemudian mereka bubar dan pergi meninggalkan rumah Nabi SAW, sedangkan Abdullah bin Salam masih ada di hadapan beliau. Ia berkata kepada beliau : "Inilah yang saya khawatirkan, ya Rasulullah. Saya sebelumnya telah menuturkan kepada tuan bahwa kaum Yahudi itu adalah kaum pendusta, pembohong lagi pengkhianat".
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
قُلْ اَرَأَيْتُمْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَ كَفَرْتُمْ بِه وَ شَهِدَ شَاهِدٌ مّنْ بَنِيْ اِسْرَآءِيْلَ عَلى مِثْلِه فَامَنَ وَ اسْتَكْبَرْتُمْ، اِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِى اْلقَوْمَ الظّلِمِيْنَ. الاحقاف:10
Katakanlah : "Terangkanlah kepadaku bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dhalim". [QS Al-Ahqaaf : 10]
Diriwayatkan, bahwa setelah Abdullah bin Salam masuk Islam, dan diketahui oleh pendeta-pendeta dan ulama-ulama Yahudi, ia dicaci maki, dihina, dijelek-jelekkan dan sangat dimusuhi. Antara lain, pada suatu hari diantara pendeta-pendeta Yahudi ada yang berkata kepada kawannya, dan perkataan itu sengaja ditujukan kepada diri Abdullah bin Salam : "Tidak ada orang yang percaya kepada Muhammad dan seruannya, melainkan seburuk-buruk dan serendah-rendahnya orang. Orang yang sebaik-baik dan semulia-mulia dari golongan kita tidak akan berani meninggalkan agama pusaka nenek moyangnya lalu mengikut agama lain, dari golongan lain dan dari bangsa lain. Barangsiapa dari golongan kita sampai mengikuti agama Muhammad, maka teranglah bahwa ia sejahat-jahat orang di kalangan kita".
Sehubungan dengan peristiwa itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
لَيْسُوْا سَوَآءً، مِنْ اَهْلِ اْلكِتب اُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَّتْلُوْنَ ايتِ اللهِ انَآءَ الَّيْلِ وَ هُمْ يَسْجُدُوْنَ. يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاخِرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بِاْلمَعْرُوْفِ وَ يَنْهَوْنَ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَ يُسَارِعُوْنَ فِى اْلخَيْرَاتِ، وَ اُولـئِكَ مِنَ الصّلِحِيْنَ. وَ مَا يَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُّكْفَرُوْهُ، وَ اللهُ عَلِيْمٌ بِاْلمُتَّقِيْنَ. ال عمران: 113-115
Mereka itu tidak sama, diantara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertaqwa. [QS. Ali Imran : 113-115]

Demikianlah riwayat masuk Islamnya Hushain bin Salam. Setelah ia memeluk Islam, namanya diganti oleh Nabi SAW dengan Abdullah bin Salam. Selanjut-nya ia menjadi pemeluk Islam yang thaat, ia termasuk dari sahabat Anshar, dan meninggal dunia pada tahun 43 H di Madinah pada zaman Khalifah Mu'awiyah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar