Rabu, 02 Desember 2015

Perdebatan antara pendeta-pendeta Yahudi dan pendeta-pendeta Nashrani Najran dihadapan Nabi SAW

Diriwayatkan, bahwa para pendeta Nashrani Najran sebelum kembali ke qabilahnya, pada suatu hari berkumpul dihadapan Nabi SAW bersama para pendeta kaum Yahudi yang ada di kota Madinah. Dikala itu, terjadilah perselisihan dan perdebatan ramai antara mereka dihadapan beliau SAW, dan yang diperdebatkan ialah tentang agama Nabi Ibrahim dan tentang ketuhanan mereka masing-masing.
Riwayatnya secara singkat demikian :
Para pendeta Yahudi berkata, "Nabi Ibrahim itu adalah seorang Yahudi".
Para pendeta Nashrani Najran berkata, "Nabi Ibrahim itu adalah seorang Nashrani".
Demikianlah, mereka bertengkar dan berdebat. Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW untuk menengahi perdebatan mereka :
ياَهْلَ اْلكِتبِ لِمَ تُحَآجُّوْنَ فِيْ اِبْرهِيْمَ وَ مَآ اُنْزِلَتِ التَّوْرـةُ وَ اْلاِنْجِيْلُ اِلاَّ مِنْ بَعْدِه، اَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ. هانْتُمْ هؤُلآءِ حَاجَجْتُمْ فِيْمَا لَكُمْ بِه عِلْمٌ فَلِمَ تُحَآجُّوْنَ فِيْمَا لَيْسَ لَكُمْ به عِلْمٌ، وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ اَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ. مَا كَانَ اِبْرهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّ لاَ نَصْرَانِيًّا وَّ لكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا، وَّ مَا كَانَ مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ اَوْلَى النَّاسِ بِاِبْرهِيْمَ لَلَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ وَ هذَا النَّبِيُّ وَ الَّذِيْنَ امَنُوْا، وَ اللهُ وَلِيُّ اْلمُؤْمِنِيْنَ . ال عمران:65-68
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim, apakah kamu tidak berpikir ?" Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui ?. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Ibrahim itu bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nashrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. [QS. Ali Imran : 65-68]
Demikianlah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW yang dengan tegas menjelaskan kesalahan-kesalahan mereka (kedua belah pihak) yang saling berbantah-bantahan tentang Nabi Ibrahim.
Selanjutnya dikala itu perbantahan mereka mengenai ketuhanan, dijelaskan dan diselesaikan pula oleh wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW. Dengan demikian, maka merupakan satu kesempatan bagi Nabi SAW untuk mengajak kepada kedua belah pihak supaya kembali kepada tauhid yang benar dan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, karena tidak ada Tuhan melainkan Allah.
Kaum Yahudi mempercayai dan menganggap bahwa 'Uzair itu putera Allah, dan kaum Nashrani mempercayai dan menganggap bahwa 'Isa itu putera Allah, tetapi Nabi Muhammad SAW dengan tegas menyatakan kepada mereka (Yahudi dan Nashrani), bahwa kepercayaan yang demikian itu tidak benar. Dan beliau menyeru kepada mereka dengan wahyu yang telah diterima :
قُلْ ياَهْلَ اْلكِتبِ تَعَالَوْا اِلى كَلِمَةٍ سَوَآءٍ بَيْنَنَا وَ بَيْنَكُمْ اَلاَّ نَعْبُدَ اِلاَّ اللهَ وَ لاَ نُشْرِكَ بِه شَيْئًا وَّ لاَ يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مّنْ دُوْنِ اللهِ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ. ال عمران:64

Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". [QS. Ali Imran : 64]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar