Kamis, 19 November 2015

Penolakan Kaum Yahudi Terhadap Kenabian Nabi Muhammad SAW

Kaum Yahudi di masa sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, terutama dari mereka yang diam di kota Madinah, mereka selalu terdesak oleh kaum kafir penyembah berhala. Meskipun telah berbagai propaganda yang dipergunakan oleh mereka untuk menerangkan kepada kaum musyrikin Arab terutama yang dari golongan Aus dan Khazraj, antara lain mereka menerangkan bahwa tidak beberapa lama lagi Allah akan membangkitkan seorang utusan-Nya, namun mereka itu tetap terdesak dan dikalahkan oleh kaum Arab penyembah berhala, dan mereka selalu mendapat bantahan keras, sehingga karenanya diantara ketua-ketua dan pendeta-pendeta mereka di kala itu mengatakan bahwa seorang Nabi yang akan dibangkitkan oleh Allah itu nanti yang akan memberikan bantuan kepada kaum Yahudi untuk membasmi pemeluk agama penyembah berhala dari muka bumi ini, dan Nabi itulah kelak yang akan menguatkan agama Nabi Musa.

Maka dengan adanya peristiwa tersebut, tatkala Nabi Muhammad SAW telah dibangkitkan, banyak dari kaum Arab Aus dan Khazraj yang mengikut Islam. Tetapi kaum Yahudi pada umumnya tidak mau beriman kepada beliau, bahkan mengkafirinya. Dan dikala ada shahabat Nabi SAW memberikan peringatan dan berkata kepada mereka :
يَا مَعْشَرَ يَهُوْدَ، اِتَّقُوا اللهَ وَ اَسْلِمُوْا فَقَدْ كُنْتُمْ تَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ وَ نَحْنُ اَهْلُ شِرْكٍ، وَ تُخْبِرُوْنَنَا اَنَّهُ مَبْعُوْثٌ، وَ تَصِفُوْنَهُ لَنَا بِصِفَتِهِ.
"Wahai golongan Yahudi, takutlah kamu kepada Allah dan Islamlah kamu. Pada waktu dulu kamu mengharapkan kemenangan atas kami dengan mengharapkan kedatangan Nabi Muhammad, sedangkan pada waktu itu kami masih orang-orang musyrik. Dan kamu memberitahukan kepada kami bahwa Nabi itu akan segera dibangkitkan dan kamu juga menerangkan shifat-shifatnya kepada kami.
Sallam bin Misykam, seorang pendeta Yahudi setelah mendengar perkataan yang sedemikian itu lalu menyahut dengan congkak :
مَا جَاءَنَا بِشَيْءٍ نَعْرِفُهُ وَ مَا هُوَ بِالَّذِيْ كُنَّا نَذْكُرُهُ لَكُمْ.
Dia tidak datang dengan sifat-sifat yang kami kenal, dan bukan itu yang pernah kami sebutkan kepada kamu dahulu".
Sehubungan dengan peristiwa itu maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi SAW :
وَ لَمَّا جَآءَهُمْ كِتبٌ مّنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدّقٌ لّمَا مَعَهُمْ وَ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا، فَلَمَّا جَآءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِه، فَلَعْنَةُ اللهِ عَلَى اْلكفِرِيْنَ. البقرة:89
Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah lah atas orang-orang yang ingkar itu. [QS. Al-Baqarah : 89]
Demikianlah, kaum Yahudi mengkafiri kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya telah lama merekakenal itu, lantara kedengkian mereka, atau lantaran mereka khawatir hilang pengaruh kebesaran dan kependetaan mereka dan lain sebagainya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar