Kamis, 28 Januari 2016

Berjabat Tangan

عَنْ اَبِى ذَرٍّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ اْلمَعْرُوْفِ شَيْئًا. وَ لَوْ اَنْ تَلْقَى اَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ. مسلم

Dari Abu Dzarr RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu meremehkan sesuatu kebaikan meskipun berupa kamu bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri". [HR. Muslim]
عَنِ اْلحَسَنِ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مِنَ الصَّدَقَةِ اَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ وَ اَنْتَ طَلِيْقُ اْلوَجْهِ. ابن ابى الدنيا
Dari Hasan RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Termasuk sedeqah yaitu kamu mengucapkan salam kepada orang lain dengan wajah yang berseri-seri". [HR. Ibnu Abid Dunya]
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ، وَ اِنَّ مِنَ اْلمَعْرُوْفِ اَنْ تَلْقَى اَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ، وَ اَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِى اِنَاءِ اَخِيْكَ. احمد و الترمذى و قال: حديث حسن صحيح
Dari Jabir bin 'Abdullah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Setiap kebaikan adalah sedeqah, dan sesungguhnya termasuk kebaikan ialah kamu bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri, dan (termasuk kebaikan pula) kamu menuangkan air dari timbamu ke bejana saudaramu". [HR. Ahmad dan Tirmidzi, ia berkata hadits Hasan shahih].
عَنْ اَبِى ذَرٍّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ اَخِيْكَ صَدَقَةٌ، وَ اَمْرُكَ بِاْلمَعْرُوْفِ، وَ نَهْيُكَ عَنِ اْلمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَ اِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِى اَرْضِ الضَّلاَلِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَ اِمَاطَتُكَ اْلاَذَى وَ الشَّوْكَ وَ اْلعَظْمَ عَنِ الطَّرِيْقِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَ اِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِى دَلْوِ اَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ. الترمذى و حسنه و ابن حبان فى صحيحه و زاد: وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِىءِ اْلبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ
Dari Abu Dzarr RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Senyummu kepada saudaramu adalah sedeqah, kamu menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran adalah sedeqah, kamu menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat jalan adalah sedeqah bagimu, kamu menyingkirkan gangguan, duri dan tulang dari jalan adalah sedeqah bagimu, kamu menuangkan air (memberikan airmu) dari embermu ke ember saudaramu juga sedeqah bagimu". [HR. Tirmidzi dan ia menghasankannya dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya] dan ia menambahkan : "Dan penglihatanmu untuk menolong orang yang tidak jelas penglihatannya adalah sedekah bagimu".
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ تَبَسُّمَكَ فِى وَجْهِ اَخِيْكَ يُكْتَبُ لَكَ بِهِ صَدَقَةٌ، وَ اِمَاطَتَكَ اْلاَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ يُكْتَبُ لَكَ بِهِ صَدَقَةٌ، وَ اِنَّ اَمْرَكَ بِاْلمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ،وَ اِرْشَادَكَ الضَّالَّ يُكْتَبُ لَكَ بِهِ صَدَقَةٌ. البزار
Dari Ibnu 'Umar RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya  senyummu kepada saudaramu dicatat sedeqah bagimu, kamu menyingkirkan gangguan dari jalan dicatat sedeqah bagimu, kamu menyuruh kepada yang ma'ruf adalah sedeqah, kamu menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat jalan dicatat sedeqah bagimu". [HR. Al-Bazzar]
عَنْ اَبِى جُرِيِّ اْلهُجَيْمِىِّ رض قَالَ: اَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّا قَوْمٌ مِنْ اَهْلِ اْلبَادِيَةِ، فَعَلِّمْنَا شَيْئًا يَنْفَعُنَا اللهُ بِهِ. فَقَالَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ اْلمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَ لَوْ اَنَّ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِى اِنَاءِ اْلمُسْتَسْقِى وَ لَوْ اَنْ تُكَلِّمَ اَخَاكَ وَ وَجْهُكَ اِلَيْهِ مُنْبَسِطٌ، وَ اِيَّاكَ وَ اِسْبَالَ اْلاِزَارِ فَاِنَّهُ مِنَ اْلمَخِيْلَةِ وَ لاَ يُحِبُّهَا اللهُ، وَ اِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيْكَ فَلاَ تَشْتِمْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيْهِ، فَاِنَّ اَجْرَهُ لَكَ وَ بَالَهُ عَلَى مَنْ قَالَهُ. ابو داود و الترمذى و قال: حديث حسن صحيح، و ابن حبان فى صحيحه و اللفظ له
Dan dari Abu Juriy Al-Hujaimiy RA, ia berkata : Saya pernah datang kepada Rasulullah SAW, lalu aku berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya kami adalah suatu kaum dari penduduk desa pelosok, maka berilah pelajaran kepada kami sesuatu yang dengan hal itu Allah memberi manfaat kepada kami". Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu meremehkan sesuatu kebaikan, sekalipun berupa kamu menuangkan air dari embermu ke bejana orang yang meminta air, (atau) sekalipun berupa berbicara dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri kepadanya. Dan jagalah dirimu dari melabuhkan (nglembrehke) kain, karena yang demikian itu termasuk kesombongan, dan Allah tidak menyukainya. Dan jika ada seseorang yang mencacimu karena dia mengetahui sesuatu darimu, maka janganlah kamu membalas mencacinya dengan sesuatu yang kamu ketahui pada dirinya. (Dan jika kamu mau berbuat demikian), maka pahalanya untukmu sedangkan siksanya untuk orang yang mengatakannya". [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan ia berkata : Hadits hasan shahih, dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan lafadh itu baginya]
عَنِ اْلبَرَاءِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ اِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ اَنْ يَتَفَرَّقَا. ابو داود و الترمذى و قال حديث حسن غريب
Dari Al Baraa' RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah dua orang Islam bertemu lalu berjabat tangan, kecuali keduanya diampuni dosanya sebelum kedua orang itu berpisah". [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata,  "Hadits hasan Gharib"]
عَنْ اَنَسٍ رض عَنْ نَبِيِّ اللهِ ص قَالَ: مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ اِلْتَقَيَا، فَاَخَذَ اَحَدُهُمَا بِيَدِ صَاحِبِهِ اِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ اَنْ يَحْضُرَ دُعَاءَهُمَا وَ لاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اَيْدِيْهِمَا حَتَّى يَغْفِرَ لَهُمَا. احمد و اللفظ له و البزار و ابو يعلى
Dari Anas RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tidaklah dua orang Islam bertemu lalu salah seorang memegang tangan kawannya (berjabat tangan), kecuali Allah 'Azza wa Jalla pasti mengabulkan doa mereka. Dan tidaklah melepaskan tangan mereka berdua sehingga Allah mengampuni mereka". [HR. Ahmad dan lafadh itu baginya, Al-Bazzar dan Abu Ya'la]
عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: كَانَ اَصْحَابُ النَّبِيِّ ص اِذَا تَلاَقَوْا تَصَافَحُوْا، وَ اِذَا قَدِمُوْا مِنْ سَفَرٍ تَعَانَقُوْا. الطبرانى
Dari Anas RA ia berkata, "Dahulu para shahabat Nabi SAW, apabila mereka saling bertemu, mereka itu bersalaman. Dan apabila mereka itu datang dari bepergian jauh, mereka saling berangkulan dengan merapatkan leher". [HR. Thabrani]
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ اْليَمَانِ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: اِنَّ اْلمُؤْمِنَ اِذَا لِقِيَ اْلمُؤْمِنَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَ اَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرِ. الطبرانى فى الاوسط
Dari Hudzaifah bin Yaman RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sesungguhnya orang mukmin apabila bertemu dengan orang mikmin yang lain lalu mengucapkan salam dan memegang tangannya untuk berjabat tangan, maka berguguran dosa-dosa keduanya sebagaimana daun-daun pohon berguguran". [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص لَقِيَ حُذَيْفَةَ فَاَرَادَ اَنْ يُصَافَحَهُ فَتَنَحَّى حُذَيْفَةُ فَقَالَ: اِنِّى كُنْتُ جُنُبًا، فَقَالَ: اِنَّ اْلمُسْلِمَ اِذَا صَافَحَ اَخَاهُ تَحَاتَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَحَاتُّ وَرَقُ الشَّجَرِ. البزار
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bertemu dengan Hudzaifah, lalu beliau ingin berjabat tangan dengannya, lalu Hudzaifah menjauh dan berkata, "Sesungguhnya aku sedang junub". Maka beliau bersabda, "Sesungguhnya orang Islam itu apabila berjabat tangan dengan saudaranya, dosa-dosa keduanya berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran". [HR. Al-Bazzar]
عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا اْلتَقَى الرَّجُلاَنِ اْلمُسْلِمَانِ فَسَلَّمَ اَحَدُهُمَا عَلَى صَاحِبِهِ فَاِنَّ اَحَبَّهُمَا اِلَى اللهِ اَحْسَنُهُمَا بِشْرًا لِصَاحِبِهِ. فَاِذَا تَصَافَحَ نَزَلَتْ عَلَيْهِمَا مِائَةُ رَحْمَةٍ وَ لِلْبَادِى مِنْهُمَا تِسْعُوْنَ وَ لِلْمُصَافَحِ عَشْرَةٌ. البزار
Dari Umar bin Khaththab RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dua orang Islam bertemu lalu salah satunya memberi salam kepada kawannya, maka yang paling disukai oleh Allah diantara mereka ialah yang lebih berseri-seri wajahnya diantara mereka kepada kawannya. Apabila keduanya berjabat tangan, turun kepada keduanya seratus rahmat, yang sembilan puluh untuk yang memulai salam dan yang sepuluh untuk yang disalami". [HR. Al-Bazzar].
عَنْ سَلْمَانَ بْنِ اْلفَارِسِيِّ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِنَّ اْلمُسْلِمَ اِذَا لَقِيَ اَخَاهُ فَاَخَذَ بِيَدِهِ تَحَاتَّتْ عَنْهُمَا ذُنُوْبُهُمَا كَمَا يَتَحَاتُّ اْلوَرَقُ عَنِ الشَّجَرَةِ اْليَابِسَةِ فِى يَوْمٍ رِيْحٍ عَاصِفٍ وَ اِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا وَلَوْ كَانَتْ ذُنُوْبُهُمَا مِثْلَ زَبَدِ اْلبَحْرِ. الطبرانى باسناد حسن
Dari Salman Al-Farisiy RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya orang Islam itu apabila bertemu dengan saudaranya lalu memegang tangannya (berjabat tangan) maka dosa-dosa keduanya berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran dari pohonnya yang kering pada waktu ditimpa angin yang kencang. Atau diampuni dosa-dosa keduanya meskipun dosa-dosa keduanya itu seperti buih di laut". [HR. Thabrani dengan sanad hasan]
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مِنْ تَمَامِ التَّحِيَّةِ اْلاَخْذُ بِاْليَدِ. الترمذى
Dari Ibnu Mas'ud RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Dari sempurnanya penghormatan ialah memegang tangan (berjabat tangan)". [HR. Tirmudzi]
عَنْ قَتَادَةَ قَالَ: قُلْتُ لاَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَكَانَتِ اْلمُصَافَحَةُ فِى اَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَ: نَعَمْ. البخارى و الترمذى
Dari Qatadah ia berkata : Aku bertanya kepada Anas bin Malik RA, "Apakah dahulu berjabat tangan itu dilakukan oleh para shahabat Rasulullah SAW ?" Anas menjawab, "Ya". [HR Bukhari dan Tirmidzi]
عَنْ عَطَاءِ اْلخُرَسَانِىِّ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَصَافَحُوْا يَذْهَبْ عَنْكُمُ اْلغِلُّ وَ تَهَادَوْا تَحَابَّوْا وَ تَذْهَبِ السَّحْنَاءُ. مالك
Dari 'Atha' Al-Khurasaniy, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Berjabat tanganlah kalian, niscaya kedengkian dan permusuhan akan hilang dari kalian, dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilanglah kebencian". [HR. Malik]
Keterangan :
Berjabat tangan tersebut berlaku untuk laki-laki dengan laki-laki atau dengan istrinya atau dengan mahramnya. Begitu pula  berlaku bagi sesama perempuan, atau perempuan dengan suaminya atau dengan mahramnya.
Adapun berjabat tangan antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya adalah dilarang, berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut :
Sabda Nabi SAW :
اِنِّى لاَ اُصَافِحُ النِّسَاءَ. مالك و الترمذى و النسائى
Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita. [HR. Malik, Tirmidzi dan Nasai]
قَالَتْ عَائِشَةُ: مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ ص يَدَ امْرَأَةٍ لاَ يَمْلِكُهَا قَطُّ. البخارى و مسلم
Telah berkata 'Aisyah, "Tangan Rasulullah SAW tak pernah sama sekali menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya". [HSR. Bukhari dan Muslim]
قَالَتْ عَائِشَةُ: لاَ وَ اللهِ لاَ مَسَّتْ يَدُهُ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ اَنَّهُ بَايَعَهُنَّ بِاْلكَلاَمِ. البخارى و مسلم
Telah berkata 'Aisyah, "Tidak ! Demi Allah, tak pernah sekalipun tangan Rasulullah SAW menyentuh tangan wanita, beliau membai'at (perjanjian) mereka hanya dengan perkataan". [HSR. Bukhari dan Muslim]
قَالَتْ عَائِشَةُ: مَا مَسَّ رَسُوْلُ اللهِ ص يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ. البخارى و مسلم
Telah berkata 'Aisyah, "Tidak pernah sekalipun Rasulullah SAW menyentuh tangan wanita". [HSR. Bukhari dan Muslim]
لاَنْ يُطْعَنَ فِى رَأْسِ اَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ. الطبرانى
Ditikam seorang daripada kamu di kepalanya dengan jarum dari besi itu, adalah lebih baik daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya. [HSR. Thabrani]
لاَنْ يَزْحَمَ رَجُلاً حِنْزِيْرٌ مُتَلَطِّخٌ بِطِيْنٍ اَوْ حَمْأَةٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ اَنْ يَزْحَمَ مَنْكِبُهُ مَنْكِبَ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ. الطبرانى
Seorang laki-laki bersentuhan dengan seekor babi yang berlumuran dengan lumpur itu, lebih baik daripada ia bersentuhan bahu dengan wanita yang tidak halal baginya. [HSR. Thabrani]
Dari hadits-hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berjabat tangan dengan wanita-wanita, padahal Rasulullah berjabat tangan dengan laki-laki waktu bai'at.
Di dalam Al-Qur'an surat An-Nuur ayat 30 dan 31, dan juga di dalam hadits, laki-laki dilarang melihat wanita dan sebaliknya, dan kita diperintahkan supaya menundukkan pandangan.

Maka dapat kita mengerti dengan terang bahwa kalau pandang memandang saja dilarang, sudah tentu berjabat tangan lebih keras lagi larangannya. Jika berjabat tangan saja dilarang, otomatis berciuman, berpelukan, berdansa, dan sebagainya tentu lebih dilarang lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar